Point Of You.

20120205-085512.jpg

Summer 2004

Ramai. Kata yang selalu terpatri dalam setiap benak manusia yang ada disana. Kau hanya bisa melihat semua manusia tersenyum dan tertawa bahagia. Tak ada satu pun duka yang tersirat, apalagi luka yang tersirat.

Tampak di sudut sebelah kiri dari pandanganmu, dua anak manusia sedang asyik berbicara dengan mata yang berbinar dan senyum lebar. Berpegangan tangan erat dan whispering a lot of special and sweet promises.

Dua anak manusia itu kemudian pergi. Meninggalkan keramaian, setelah menorehkan beberapa kata-kata indah pada sebuah kertas. Kata yang dapat kau lihat adalah: “selamanya”.

Summer 2006

Dua anak manusia itu terlihat lagi oleh mu. Melihat mereka berdua disebuah ruangan sempit yang dipenuhi oleh warna gelap dan benda tajam. Mereka semakin mesra. Satu hal yang berbeda dalam pandanganmu adalah kini mereka memiliki satu persamaan. Sebuah tanda kembar yang terdapat dibalik leher mereka. Sekilas kau membaca gerak bibir mereka, “tato ini tanda kebersamaan kita. Kamu, aku bersatu menghadapi dunia.”. Kamu pun hanya terdiam dan tersenyum.

Dalam sesaat, kamu terperangah. Pandanganmu kini berubah, tidak lagi berada di ruangan yang sempit itu. Kamu merasa deja vu. Kursi, meja, lemari pendingin dan oramen lainnya sangat familiar buat mu. Sekejap, kehadiran kedua anak manusia itu membuyarkan lamunan mu. Mereka hadir dalam pandanganmu dengan gerakan yang melambat, mengendap perlahan dan kemudian mereka berlari dengan cepat. Menghilang dari pandanganmu setelah kau menyaksikan mereka telah mengambil beberapa botol kaleng dari dalam lemari pendingin.

Indahnya sinar dari langit malam muncul kembali. Dua anak manusia itu ternyata berlari ke balkon atas, ujarmu dalam hati. Mereka duduk berdua, berdampingan. Sesekali mereka menunjuk ke arah sinar kecil yang ada di langit gelap. Dan mereka tersenyum. Sayup-sayup kau mendengar satu di antaranya berkata “Aku merencanakan masa depan ini untukmu, untuk masa depan kita berdua.” Satu dari mereka menyandarkan kepalanya, bersandar ke bahu yang lain dengan perasaan damai. Tersirat oleh mu, perasaan yang terlihat adalah keyakinan untuk selalu bersama, berdua. Kamu pun terdiam.

Summer 2008

Saat kamu membuka mata, kamu terkejut. Kamu hanya melihat satu, ya, hanya satu. Bukan dua anak manusia seperti yang telah kamu lihat sebelumnya. Pagi ini satu dari mereka sedang asik membuka catatan-catatan lama. Banyak terdapat kertas berserakan disekitarmu. Satu kata yang selalu kamu lihat di atas kertas itu adalah “kita”.

Semakin kamu mendekatinya, jantungmu kini berdetak semakin kencang. Kamu mulai gundah, tidak siap melihat wajahnya. Seketika anak manusia itu berbalik, berbalik ke hadapanmu dengan tatapan kosong. Tatapan yang sering kamu rasakan saat ini. Tatapan yang kamu yakini adalah sebuah tatapan kerinduan. Kedua bola mata itu berbicara banyak meski hanya sedetik kamu melihatnya.

Anak manusia itu berjalan melewatimu. Menuju sebuah mesin yang dapat mengeluarkan alunan suara yang indah. Memencet tombol-tombol kecil beberapa kali dan kemudian terdengar olehmu beberapa bait dari alunan lagu itu. “aku suka semua perhatianmu/aku suka caramu/aku suka semuanya tentangmu/engkau dan aku terrcipta untuk jadi satu/engkau dan aku ku kan slalu jadi milikmu/walau waktu berputar cinta kita kan bersinar selamanya/aku suka semuanya tentang kamu.”

Senyuman terlihat seiring terdengarnya lagu itu. Begitu juga dirimu, ikut tersenyum dan merasakan bahagia yang terpancar dari senyuman mungil anak manusia itu. Terbesit sedikit dalam pikiranmu, bahwa anak manusia ini mirip dengan ku.

Summer 2009

Sore itu kamu terhenyak. Kaget. Bingung. Dua anak manusia yang selalu terlihat bersama dihadapanmu kini dipenuhi oleh amarah. Teriakan bergema diseluruh ruangan. Kertas yang dulu berisikan guratan manis sudah terbagi dua. Tidak ada lagi tatapan mata yang terjalin dengan indah diantara mereka. Tato dibalik leher kini kehilangan kembarannya, tato itu kini sendiri.

Satu diantara mereka menunjuk ke arah mu. Sambil terus menunjuk, dia berteriak, “Pergi kamu! Tak perlu kamu kembali lagi kesini! Aku sudah muak!”. Air mata yang dulu tak pernah muncul saat kamu melihat mereka, kini bertaburan diseluruh ruangan. Pertama kalinya kamu melihat mereka berdua bersedih dan bertumpahan air mata. Kini hanya ada seorang anak manusia yang dapat kau lihat dengan jelas. Satu diantara mereka telah pergi melewati pintu yang tertutup oleh dirimu.

Tanpa kamu sadari, kamu pun ikut menangis.

Spring 2012

Semua menangis. Kamu terdiam.

Tidak ada satu pun yang berbicara padamu, bahkan melihatmu pun tidak. Kamu terus melangkah maju, berusaha mendekat ke kerumunan. Penasaran atas hal yang menyebabkan keramaian.

Kamu terhenyak seketika. Kamu sekarang dapat mendengar yang dibicarakan orang sekitar. Semua merujuk pada satu hal yang ada di benakmu. “Kasihan sekali dia. Masih muda tapi nasibnya kurang bagus.”. Perlahan kamu terus maju dengan perasaan gundah.

Kini kamu berada di depan orang-orang yang berkerumunan. Terdiam, tertunduk dan berduka di tepi jurang. Yang kamu lihat di depanmu hanyalah bebatuan terjal dan ada sebuah kendaraan tergeletak dibawahnya. Kamu melihat seorang anak manusia itu bersimbah darah, tergeletak dengan tatapan mata yang sedih namun tetap tersenyum.

Tanpa disadari, kamu tak hanya menangis, kamu berteriak.

Summer, this year.

Uang yang bergelimpangan tidak akan bisa mengembalikan waktu.
Karir dan lainnya tidak akan bisa menggantikannya.
“Aku menyesal”.
Hanya kata itu yang kini dapat kamu ucapkan.

“Aku seharusnya tidak meminta mu untuk pergi. aku seharusnya mengatakan betapa berartinya dirimu untukku… Kini aku yang harus menanggung semua akibatnya.”

Alam bawah sadarmu bergejolak.. Di tepi jurang itu kamu terdiam. Otakmu berfikir cepat.
Di kehidupan berikutnya, aku akan memintamu untuk tinggal bersama ku. Tak akan ku memintamu pergi. Aku tak akan berkata “Kamu lah yang meninggalkan ku”. Maafkan aku.

Seketika, ditempat yang sama, kini bertambah sebuah tubuh yang terbaring. Terbaring kaku dengan guratan wajah yang penuh penyesalan dan sebelum berakhir, dia tersenyum untuk terakhir kalinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s